Tutorial Laravel 13 Inertia Vue Js #2 - Perbedaan

Belajar Laravel 13 dengan kombinasi Inertia.js, Vue.js, dan Tailwind CSS dari dasar hingga tingkat lanjut melalui tutorial yang lengkap dan mudah dipahami. Laravel 13 merupakan framework PHP yang powerful untuk membangun aplikasi web modern dengan arsitektur yang rapi dan scalable. Dengan bantuan Inertia.js, kita dapat mengembangkan aplikasi single-page application (SPA) tanpa perlu membuat API secara terpisah.

βœ… Telah dilihat 155 kali

Rating: 5.00 ⭐

... 20 March 2026, 14:52

img

Saat membangun aplikasi dengan Laravel, ada dua pendekatan yang sering dipakai. Pertama, menggunakan Laravel “apa adanya” dengan Blade. Kedua, menggabungkannya dengan Inertia.js dan framework frontend seperti Vue atau React. Keduanya sama-sama powerful—yang membedakan adalah cara kerja dan pengalaman yang dirasakan pengguna.


Laravel + Blade (Pendekatan Klasik)

Pendekatan ini bisa dibilang paling “native” di Laravel. Semua tampilan dibuat menggunakan Blade, dan setiap perpindahan halaman akan memicu reload penuh dari browser.

Model seperti ini sangat cocok untuk:

  • Website company profile
  • Aplikasi CRUD sederhana
  • Sistem informasi yang minim interaksi dinamis

Alurnya sederhana: user klik → request ke server → server kirim HTML baru → halaman reload.

Kelebihannya ada di kesederhanaan dan kemudahan implementasi. Tidak banyak layer tambahan, sehingga cocok untuk project yang tidak membutuhkan interaktivitas tinggi.


Laravel + Inertia (Pendekatan Modern)

Berbeda dengan Blade, pendekatan ini menggabungkan Laravel sebagai backend dengan Vue atau React di sisi frontend, dan Inertia sebagai penghubung di antara keduanya.

Yang menarik, kita tetap menulis controller seperti biasa di Laravel, tapi hasilnya tidak lagi berupa Blade—melainkan langsung dikirim ke komponen frontend.

Dampaknya terasa langsung di user experience:

  • Tidak ada reload halaman penuh
  • Navigasi terasa cepat dan seamless
  • Interaksi lebih responsif seperti aplikasi mobile

Kalau diibaratkan:

  • Blade → seperti browsing website biasa
  • Inertia → seperti menggunakan aplikasi (app-like experience)

Kenapa Banyak yang Beralih ke Inertia?

Di aplikasi modern, kecepatan dan kenyamanan interaksi jadi faktor penting. Pengguna tidak suka menunggu reload halaman berulang-ulang.

Dengan Inertia, kita bisa mendapatkan pengalaman SPA tanpa harus membangun arsitektur yang kompleks.

Beberapa keunggulan utamanya:

Navigasi Lebih Ringan

Perpindahan halaman hanya mengirim data yang dibutuhkan, bukan seluruh HTML. Ini membuat aplikasi terasa jauh lebih cepat.

Struktur Tetap Sederhana

Tidak perlu repot membuat REST API terpisah. Controller Laravel bisa langsung “berbicara” dengan komponen frontend.

Tetap Full Power Laravel

Semua fitur Laravel tetap bisa digunakan:

  • Middleware
  • Validasi
  • Session & autentikasi

Jadi tidak ada duplikasi logic antara backend dan frontend.

Lebih Siap ke Arah Modern Web

Meskipun bukan SPA murni berbasis API, pendekatan ini sudah cukup untuk menghasilkan aplikasi interaktif dengan performa yang baik, bahkan masih bisa dioptimasi untuk SEO jika dibutuhkan.


Jadi, Pilih yang Mana?

Sederhananya:

  • Gunakan Blade jika aplikasi teman-teman simpel dan tidak butuh banyak interaksi
  • Gunakan Inertia jika teman-teman ingin aplikasi terasa cepat, modern, dan interaktif

Tidak ada yang lebih “benar”—yang ada adalah mana yang paling sesuai dengan kebutuhan project teman-teman.


Kesimpulan

Laravel memberi fleksibilitas: mau tetap sederhana dengan Blade, atau naik level dengan Inertia dan frontend modern, semuanya bisa.

Kalau teman-teman ingin mulai masuk ke dunia SPA tanpa harus berpisah dari kenyamanan Laravel, Inertia adalah jalan tengah yang sangat menarik—tidak ribet, tapi tetap powerful.

Daftar eBook